Pesta Demokrasi Pemilihan RT dan RW Di Makassar

Perubahan atas Perwali No 72 Tahun 2016 tentang petunjuk pelaksanaan pemilihan ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW) telah disahkan oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.
ada 4 point yang mengalami perubahan didalam perwali no 72 tahun 2016 namun ada satu point yang tidak diakomodir oleh Wali Kota Makassar yakni terkait larangan kepada pengurus partai untuk ikut didalam pemilihan ketua RT dan RW karena dianggap bertentangan dengan peraturan Menteri Dalam Negeri no 5 Tahun 2007.
Hari Minggu 26 Pebruari 2017 adalah puncak dari perhelatan pemilihan ketua RT dan RW di 4.981 RT, 988 RW dari 153 kelurahan dengan jumlah 15 kecamatan se-kota Makassar. Pemilihan Ketua RT-RW ini diikuti sebanyak 7.019 calon Ketua RT dan 2.085 calon Ketua RW, di 998 TPS dan akan dipilih oleh 258.162 Kepala Keluarga yang terdaftar di kantor Catatan Sipil Makassar.
Kemeriahan dan antusias warga masyarakat dalam melaksanakan Pemilihan wakilnya di lingkungan terdekatnya, sangat variatif, pakain adat bugis makassar sangat mendominasi para petugas TPS dalam menyambut warga pemilih. hal ini akan semakin menguatkan karakter bugis makassar yang selalu tetap solid dalam menjaga keutuhan berwarga negara setelah pemilihan, kalah dan menang dalam pemilihan itu dianggap biasa dalam berdemokrasi kata salah satu warga di wilayah kelurahan Tammua kecamatan Tallo.
Pemilihan ketua RT dan RW ini berlangsung hingga sore hari, dan pelaksanaannya pun tidak kalah meriahnya dengan pesta demokrasi Pilkada yang baru saja di selenggarakan.(Create By Valnsky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *