Jadi BUMDes Terbaik, Menteri Marwan Blusukan ke Pagedangan

Jakarta, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) menjalankan blusukan pertamanya di tahun 2015 ke Desa Pagedangan di Tangerang, Banten, Jumat (9/1). Pasalnya, di kampung itu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  menjadi yang terbaik di provinsi tersebut.

“Saya ingin melihat dan belajar kepada Kades dan Camat. Katanya di sini ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) juga. Karena saya ingin memang agar desa-desa punya BUMDES. Ini yang akan memajukan desa,” kata Menteri Marwan disela blusukannya.

 

Dalam blusukannya, Menteri Marwan meninjau berbagai pembangunan yang telah dilakukan desa ini. Salah satunya menuju puluhan rumah warga yang mendapat bantuan. Kepada warga, Menteri Marwan menanyakan manfaat bantuan yang masuk dalam program Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS).

Blusukan Menteri Marwan yang diketahui oleh warga sekitar, langsung dimanfaatkan dengan menyampaikan keluhan dan informasi. Tak sedikit warga yang ingin berfoto bersama saat secara tiba-tiba Menteri Marwan menemui warga. Kepada warga, dia mengatakan, kedatangannya ingin belajar dari desa Pagedangan. “Belajar bagaimana perangkat desa bisa memajukan desa yang kabarnya jadi Desa terbaik se Provinsi Banten,” ujarnya.

Kepada warga, Menteri Marwan juga menyampaikan kabar baik bahwa dana desa akan keluar April nanti. Dia juga sekaligus ingin mengecek kesiapan perangkat desa menerima Dana Desa.

“Nanti bertahap, ini nanti sesuai dengan kriteria desanya masing-masing penggunaannya. Dana desa itu untuk membantu. Kami menyadari betul bantuan yang ada selama ini kurang. Ini stimulus juga untuk membuat Bumdes yang lain,” ujarnya.

Menteri Marwan Cicipi Kuliner Binaan BUMDes
Dalam blusukannya ke Desa Pagedangan, Menteri Marwan juga berkesempatan mengunjungi sentra kuliner, salah satu BUMDES Desa binaan ini. Menteri Marwan makan siang di Pondok Lesehan Ayam Kampung Kita. Di situ, ini mencicipi ayam bakar dan sayur asem khas saung tersebut.

“Ini salah satu program yang baik dengan adanya BUMDes. Dana desa dijadikan modal untuk membuka usaha masyarakat. Sehingga keuntungan usahanya bisa menjadi modal untuk membuka usaha lainnya yang menguntungkan,” ujarnya.

Usai mencicipi makan siang, Marwan mengatakan, makanannya enak. Apalagi  dengan suasana tempat kuliner yang menarik untuk didatangi orang lokal maupun dari luar desa tersebut untuk menyantap sajiannya. “Makanannya sederhana dengan rasanya merakyat. Sebenarnya sudah kenyang, karena masakannya enak harus disantap,” ujarnya sambil tersenyum.

“Kalau nanti saya ajak tamu atau rekan bahkan kalau perlu Presiden Jokowi ke daerah Pagedangan, saya akan membawa ke tempat kuliner seperti ini. Saya akan katakan, inilah tempat kuliner milik desa. Tempat kuliner yang modalnya dari rakyat desa. Tidak kalah menarik dan lezat rasanya seperti pemilik restoran di kota,” ujar Menteri Marwan.

Menteri Marwan Datangi Pengelolaan Sampah
Setelah mencicipi makanan kuliner yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Menteri Marwan langsung menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang jaraknya hanya 10 meter saja.
“Di mana tempat pengelolaan sampahnya. Katanya dekat-dekat tempat kuliner. Apa tidak bau,” tanyanya kepada salah satu perangkat desa, Anwar Ardadili.

Ternyata memang sangat dekat. Sebuah sistem pembuangan tempat sampah yang bisa menampung 500 sampai 1000 sampah kepala rumah tangga. Di lokasi itu ada kantor yang mengelola sampah yang bisa didaur ulang untuk dijadikan kerajinan dan dijual kepada masyarakat.

“Ini dipisah, antara organik dan non organik. Sampah yang dibakar dan dikumpulkan tidak menimbulkan bau. Kalau alatnya diperbesar, ini bisa menampung sampah lebih banyak,” ujar pengelola TPST kepada Menteri Marwan.

Melihat kemajuan Desa Pegdangan, Menteri Marwan cukup kagum. Apalagi dikatakan Marwan, desa ini jadi desa satu-satunya punya BUMDES di Kabupaten Tangerang. “Saya berharap, Kades melihat potensi apalagi yang akan dikembangkan. Pelayanan sudah on-line juga katanya. Nanti komunikasi terus dengan saya lewat on-linee. Bapak bisa langsung mengeluh atau menyampaikan papun saja kepada kami,” ujarnya.

“Saya optimis, desa yang lain akan meniru desa Pagedangan. Nanti saya bisa cerita kepada tempat lain tentang kemajuan Desa Pegedangan,” ujar dia.

Anwar Ardadili menyampaikan kepada para pengembang dan pengusaha mengeluarkan CSR yang jelas. Dikatakannya, Desa Pagedangan dikelilingi pengembang perumahan-perumahan besar.

“Kita tetap jadi desa dan bertahan. Tidak menjual tanah. Untuk pembangunan, kami kurang kalau mengandalkan pemerintah saja. Kami harap didorong untuk CSR,” kata Anwar saat dialog dengan Marwan di Kantor Kepala Desa.

Mendengar itu, Menteri Marwan mengatakan, dirinya sudah lama berteriak kepada para pengusaha swasta, BUMD maupun BUMN untuk membatu pengembangan desa. Yakni supaya CSR disalurkan secara khusus untuk pembangunan dan kemajuan perdesaan.

“Ada pembangunan rumah mewah saya lihat. Masyarakat harus menikmati pula. Itu harapan kita semua. Saya akan dorong pihak pengembang yang ada di sini untuk memperhatikan desa ini,” katanya.

Sumber : kpdt.go.id/berita/1383/jadi-bumdes-terbaik-menteri-marwan-blusukan-ke-pagedangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *