Expo Veco Indonesia Sulawesi Area

April, Makassar-Luwu Utara

Dalam rangka monitroing dan review program program pemberdayaan masyarakat yang ada di sulawesi selatan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Wakil Bupati Luwu Utara mengunjungi salah satu fokus kegiatan NGO Veco Indonesia Sulawesi Area yang ada di kecamatan Masamba kabupaten Luwu Utara. Koperasi “Masagena” demikan nama Koperasi yang dibina oleh Veco, selama bermitra dengan Indonesia Program veco awalnya lebih banyak bersama dengan LSM Lokal untuk mengembangkan Pertanian berkelanjutan, hasil yang dicapai adalah banyaknya kelompok tani yang menerapkan pertanian berkelanjutan dan keluarga petani bisa merasakan perbedaan hasil baik dari segi kelestarian alam dan peningkatan pendapatan.

Veco Indonesia telah bermitra dengan mitranya dan pemerintah daerah di beberapa wilayah di Sulsel seperti Kabupaten Toraja Utara, Luwu Utara yang baru dimulai sejak tahun 2013 dalam mengembangkan Komoditi Kopi dan Kakao. sedangkan perencanaan tahun 2014 akan diperluas ke wilayah Enrekang dan Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala BPDPDK Provinsi Sulawesi Selatan Ir. Muhammad Kasim Alwi, MP. dalam sambutannya pada kegiatan ini, mengharapkan Pihak Veco akan menambah wilayah kerjanya terkhusus bagi wilayah atau daerah yang memiliki potensi pada lahan Sawit, Karet, Kopi dan Kakao.

Wakil Bupati Luwu Utara Hj. Nur Indahsari sangat apresiatif terhadapa program ini, terlebih dengan terpilihnya beberpa kelompok yang dengan ketekunan dan kerja keras sehingga mampu mendapatkan Sertifikasi dari salah satu badan Dunia dan Kemetrian, khusunya pada petani Coklat atau kakao.

Manajemen Program Veco Indonesia bersama Direktoral jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa, menyiapkan Rencana Induk Kegiatan (RIK) selama 3 tahun sebagai rujukan dalam pelaksanaan program.

adapun ruang lingkup program yakni : penanggulangan kemiskinan yang meliputi pemasaran kolektif, memfasilitasi akses petani terhadap keuangan mikro dan pasar alternative, serta memfasilitasi kerjasama anatar petani dan pihak swasta sekaligus pembelian langsung hasil produk pertanian oleh konsumen.

Pengembangan Sumber Daya Manusia, meliputi pelatihan teknis, manajemen dan usaha tani, penyediaan bantuan teknis pembuatan demplot untuk teknik manajemen pertanian, pelaksanaan kunjungann studi banding dan pelaksanaan lokakarya dan pertemuan

Pembangunan Perdesaan berwawasan lingkungan dan sosial melalui kegiatan : Program promosi yang luas tentang pertanian berkelanjutan, pengembangan system kwalitas untuk peningkatan produk, pemanfaatan pupuk dan pestisida produk , pelaksanaan monev dampak lingkungan dan program serta kampanye peningkatan kesadaran masyarakat untuk menkomsumsi pangan sehat

Pemberdayaan Masyarakat desa meliputi : Pengembangan Pertanian berkelanjutan, pemberian dukungan material serta pemberdayaan organisasi petani berorientasi Bisnis.(Valnsky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *