Dana Operasional Desa Bakal Turun

Presiden Joko Widodo membuka Temu Karya Nasional ke-20 Gelar Teknologi Tepat Guna di Kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, Jumat (19/10). Acara ini diikuti oleh 7.000 kepala desa dan lurah serta perangkat pemda se-Indonesia.
Kedatangan Jokowi ini disambut antusias oleh para peserta, mereka berebut salaman hingga selfie. Bahkan, acara yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WITA mundur menjadi pukul 09.25 WITA.
“Jokowi! Jokowi! Jokowi!” teriak para peserta Temu Karya Nasional ke-20 Gelar TTG dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2018 tersebut seperti dikutip dari Antara.
Temu Karya Nasional Gelar TTG merupakan acara tahunan untuk mencari pencipta kreasi dan inovasi di daerah dalam pengembangan teknologi. Kegiatan tersebut diprakarsai Ditjen Bina Pemerintahan Desa (PMD) Kemendagri dan Kementerian Desa PDTT.
Saat menyampaikan pidato pembukaan, Jokowi menjelaskan pemerintah tahun depan akan menggelontorkan Rp 72 triliun untuk dana desa. Dengan jumlah tersebut, ia menginstruksikan ke para kepala desa untuk menggunakan dana desa secara tepat sasaran.
“Tahun depan kurang lebih Rp 72 triliun, semakin besar dananya, tapi penggunaannya harus tepat sasaran. Ini bukan masalah menghabiskan uang, tapi tepat sasaran, tepat guna dan bermanfaat,” kata Jokowi.
Dana desa pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 dengan besaran Rp 20 triliun. Jumlah tersebut kemudian meningkat pada 2018 dengan jumlah Rp 60 triliun.
Lebih lanjut, Jokowi menerangkan dalam empat tahun terakhir, pemerintah membangun infrastruktur secara masif, mulai dari jalan tol, terminal, pelabuhan, hingga bandara. Namun pembangunan infrastruktur tersebut belum seimbang dengan pembangunan sarana dan fasilitas umum di pedesaan. dikutip dari Kumparan.com
Oleh karena itu, Jokowi meminta para kepala desa dan pemerintah daerah mengoptimalkan pembangunan dengan anggaran dana desa tersebut. “Ini harus terkoneksikan dengan dana desa, supaya yang besar, sedang, dan kecil bisa nyambung semuanya. Percuma jalan tol rampung, tapi jalan desanya dilewati,”
selain itu disampaikan pula oleh Jokowi, “mumpun saya ingat, bahwa kedepan akan ada dana operasional untuk desa, sehingga para kepala desa jelas dalam penggunaan dana desa itu.nanti akan kita revisi PP nya, kurang lebih 0.5 persen dari dana desa”ujarnya.(Valnsky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *