BPMPDK Prov. Sulsel bekunjung ke Bapermades Prov. Jateng

Makassar, 20 Maret 2015

Dalam rangka persiapan Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan upaya memaksimalkan serta pengintegrasian System penginputan profil desa yang berbasis web, bersama dengan BPMD Kab.kota. Drs.Sentot Irawan, D. MS.i selaku Plt. Kepala BPMPDK Prov. Sulsel melakukan kunjungan ke Bapermades Provinsi Jawa Tengah.

Diterima oleh kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Drs. Tavip Supriyanto, M.Si. rombongan yang terdiri dari kepala BPMD Kab Barru, Sinjai, Bone, Luwu, dan Enrekang, serta beberapa Kelompok Kerja Profil Desa yang menangani langsung penginputan Profil Desa di Kabupaten / Kota.

Kota Semarang adalah kota tujuan kunjungan karena Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Tengah dianggap sudah maju dalam hal penyusunan Profil desa dan kelurahannya.

Dengan Pemanfaatan sistem informasi yang telah disediakan oleh Kemendagri yang dari tahun ke tahun sudah mengalami perubahan yang tentunya semakin memberikan kemudahan kepada para pengguna, khususnya dalam pengisian profil desa dan kelurahan. Jika tahun sebelumnya sistem informasi atau program aplikasi profil desa  masih digunakan dengan sistem off line, namun sekarang sudah dapat diakses atau digunakan secara online karena sistemnya sudah berbasis Under Web.

Provinsi Jawa Tengah saat ini telah melakukan penginputan Profil Desa dan Kelurahan dengan jumlah penduduk 38.8 juta jiwa dan luas 33.295 Ha, mampu mamaksimalkan pengisian profil desa dan kelurahan meski demikian saat ini data profil desa/kel sudah hampir selesai namun provinsi dengan jumlah desa 7.809 dan kelurahan 769 belum mempublish datanya karena masih sementara dalam proses validasi.

Untuk  itu peserta kunjungan kerja BPMPDK Provinsi Sulawesi Selatan berserta rombongan ingin berbagi saran agar penyusunan profil desa dan kelurahan ini dapat di implementasikan dengan baik sehingga secara keseluruhan data entry profil desa dapat dimanfaatakan dalam membangun masayarakat desa dan kelurahan.

Dalam pemaparannya,  Kepala Bapermades Prov. Jateng mengutarakan bahwa beberapa Program kegiatan yang telah dilaksanakan pemerintah provinsi  mengacu pada hasil identifikasi data data yang ada pada profil desa, sehingga kegiatan tersebut  tepat pada sasarannya. misalnya pemugaran perumahan tidak layak huni, pembangunan sarana prasana dan penerima dana stimulan, keseluruhan datanya mengacu padadata profil desa.

Seperti halnya bantuan sosial, diutarakan pula oleh ka.bapemades bpk. Tavip bahwa desa yang telah terbantu, jika tidak memasukan laporannya hingga akhir tahun berjalan, maka desa yang bersangkutan akan di black list selama 4 tahun, ini tertuang dalam petunjuk teknis yang telah  disusun sebelumnya.

Terkait dengan bantuan keuangan desa, pemerintah provinsi jawa tengah melakukan verifikasi langsung ke desa, dan jika profil desa belum terselesaikan maka program tidak akan diturunkan, ini merupakan motivasi tersendiri bagi desa dan kelurahan dalam memacu penyediaan data melalui Aplikasi Profil Desa dan Kelurahan.

disamping itu sinergitas Pemerintah provinsi dan kabupaten juga sangat dibutuhkan sehingga kelansungan sebuah program dapat terwujud, untuk itu ada beberapa program provinsi yang terkait dengan pembangunan sarana prasaran desa dan kelurahan, itu diserahkan ke kabupaten kota dalam pengelolaanya.(valnsky)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *